Menuju Indonesia Baru: Manajemen Pendidikan di Tengah Inkonsistensi Kebijakan
Halaman Statis

Menuju Indonesia Baru: Manajemen Pendidikan di Tengah Inkonsistensi Kebijakan

Oleh Roberto Simbolon

Magister Administrasi Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana.

 Pendahuluan 

Pendidikan merupakan garda terdepan suatu bangsa untuk dapat mencapai kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran. Tidak ada satupun negara maju yang lahir, tidak dari rahim pendidikan itu sendiri. Hingga hari ini juga, sebagai salah seorang yang berkecimpung di dunia pendidikan sebagai seorang guru, penulis juga mempedomani dan meneladani yang dikatakan oleh Nelson Mandela yang tersohor itu. “Pendidikan adalah senjata yang paling ampuh yang dapat anda gunakan untuk mengubah dunia.” 

 

Tentu sekali, bahwa pendidikan yang baik tercipta dari manajemen yang baik pula, diperlukan perencanaan dan pengeksekusian yang tepat agar sekiranya tujuan daripada pendidikan itu sendiri dapat tercapai dengan maksimal sehingga menghasilkan pemuda terpelajar (peserta didik) yang bermutu, Tangguh, serta siap bersaing dan mampu menghadapi tantangan globalisasi. 

 

Namun, ketika melihat dinamika pemerintahan negara Indonesia pada saat ini, rasa rasanya pendidikan seperti dijadikan sebagai anak tiri, tidak diprioritaskan dan dikesampingkan ditengah program program pemerintah lainnya. Pemerintah sangat labil dalam menetapkan kebijakan kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan. Beberapa kebijakan pemerintah terkesan sangat terburu – buru serta tidak tepat sasaran. Oleh karena itu, selain membahas tentang bagaimana manajemen guru terhadap peserta didik di dalam sekolah dan di dalam kelas, penulis juga akan membahas tentang tantangan yang dihadapi oleh guru dalam usaha untuk mercerdaskan peserta didik ditengah dinamika inkonsistensi kebijakan pemerintah saat ini.

 

*Manajamen Pendidikan di Dalam Kelas*

Manajemen pendidikan adalah suatu kegiatan untuk yang melibatkan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan pengevaluasian seluruh rangkaian pendidikan dalam usaha untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Didalam ruang kelas, guru bertindak sebagai seorang manager dan peserta didik diibaratkan sebagai sumber daya yang harus dikelola, dimaksimalkan untuk mencapai tujuan. Sebagai seorang guru yang bertindak sebagai manager didalam kelas, guru sudah seharusnya mempunyai kompetensi lebih dalam hal kepemimpinan. Kita semua sepakat bahwasanya saya setiap peserta didik sejatinya sudah memiliki potensi yang dibawa sejak lahir, namun apabila tidak dimanejemen dengan baik, potensi yang sudah ada sebelumnya tidak akan berkembang dengan baik (stagnan). Disamping itu, guru juga harus mampu membina karakter, menanamkan rasa sadar kepada peserta didik serta meciptakan peserta didik yang memiliki jiwa semangat pantang menyerah. Untuk itu, seorang guru harus mampu untuk melaksanakan: 

 

1. Perencanaan: Guru menyusun rencana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan seluruh peserta didik (inklusif) dan juga menyusun program belajar yang tepat bagi peserta didik.

2. Pengorganisasian: Guru bertugas untuk mengelola dan mengembangkan potensi peserta didik melalui tugas tugas sederhana di dalam kelas.

3. Pelaksanaan: Guru melaksanakan rencana pembelajaran dan program belajar dengan maksimal.

4. Pengawasan: Guru mengawasi seluruh rangkaian proses pembelajaran serta melakukan bimbingan agar sekiranya tidak tercapai kendala dalam mencapai tujuan pembelajaran

5. Pengevaluasian: Guru dan peserta didik sama sama melakukan refleksi dan perbaikan serta memberi motivasi untuk peningkatan proses pembelajaran kedepannya.

 

Demikian seluruh proses manajemen pendidikan yang boleh dilakukan oleh guru sebagai seorang manager di dalam ruang kelas. Hal hal yang berkembang semestinya dapat dilakukan dan dimaksimalkan untuk menciptakan hasil yang lebih maksimal. Seluruh proses pembelajaran akan dapat berjalan dengan baik jika sudah memiliki pondasi yang kokoh. Dengan demikian, akan dihasilkan lulusan lulusan terbaik yang memiliki komptensi tinggi, Tangguh dan mampu bersaing ditengah tengah globalisasi pendidikan di era globalisasi ini.

 

*Dinamika Guru Dalam Inkonsistensi Kebijakan Pemerintah* 

Pada tahun 2024, KEMENDIKBUDRISTEK mengeluarkan kebijakan baru untuk sistem pendidikan nasional yang mengharuskan penghapusan sistem penjuruan di SMA. Walaupun kita ketahui bahwa setiap masa pemerintahan memiliki kebijakan yang berbeda beda, hal tersebut sangat berdampak bagi sistem pendidikan terutama bagi seorang guru sendiri. Hal ini memang selalu menjadi bahan perbincangan yang serius dikalangan pemangku kekuasaan yang bernaung dibawah kementrian pendidikan. Kendati demikian, sebenarnya yang paling merasakan dampaknya adalah guru. Guru lagi lagi dituntut untuk melakukan penyesuaian cepat agar mampu mengadapatasi kebijakan pendidikan yang baru. Kebijakan lainnya juga mengalami hal yang sama, yaitu perubahan kurikulum K13 ke kurikulum merdeka dan saat ini ditambah dengan pendekatan Deep Learning. Guru juga dituntut untuk melakukan adaptasi ekstra cepat untuk dapat menyesuaikan dengan kebijakan pendidikan yang baru. Hal hal seperti ini sebenarnya membuat dilema yang berarti bagi seorang guru. Kita sepakat bahwasanya tidak ada elemen yang menolak perubahan, semua elemen mengkehendaki adanya perubahan. Namun tentu sekali kita tidak mengkehendaki perubahan yang buru buru tanpa perencanaan yang matang dan teruji. 

 

*Penutup*

Keberhasilan pendidikan tidak semata mata dapat dicapai dari dalam ruang kelas saja. Keberhasilan pendidikan tidak bisa didapatkan dari proses yang sederhana.Buah keberhasilan pendidikan sejati didapatkan dari dukungan dari setiap elemen yang berhubungan dengan pendidikan. Mulai dari peran seorang guru, orangtua, rekan sejawat dan juga dukungan dari pemerintah melalui kebijakan yang dikeluarkan.

Kemampuan guru untuk memanajemen peserta didik merupakan bekal awal bagi peserta didik untuk kemudian hari bisa diterapkan dalam menghadapi tantangan di era globalisasi. Sebagai masyarakat Indonesia, kita semua berharap agar pemerintah dapat menentukan program terkait kemajuan pendidikan menjadi program dengan skala prioritas. Dengan menjadikan pendidikan sebagai garda terdepan bangsa, pastilah bangsa itu akan menjadi bangsa yang besar, bangsa yang makmur dan juga sejahtera. 

Maka dengan itu, kita yang saat ini berjuang demi kemajuan pendidikan Indonesia akan dengan raut wajah tersenyum penuh kebanggaan melihat generasi penerus Indonesia yang siap untuk MENUJU MASYARAKAT INDONESIA BARU.

Akhir kata, penulis mengucapkan terimakasih kepada seluruh pembaca. Terimakasih.

Jangan Ketinggalan
Pergerakan Kami.

Dapatkan rangkuman berita Suara Salemba langsung ke email atau WhatsApp setiap minggu.