Sultra - Sejumlah Organisasi Kelompok Kepemudaan yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus Sultra menghadiri pertemuan silaturahmi yang di agendakan bersama Kapolda, Wakapolda dan Pejabat utama Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) pada, 09/07/2026.
Pertemuan tersebut merupakan rangkaian silaturahmi Serta pembahasan kolaborasi-kolaborasi positif antara Pemuda dan Polri yang bersinergi memberikan dampak langsung kepada masyarakat demi menjaga keamanan dan membenarkan di tengah-tengah masyarakat Sultra.
Dalam perbincangan tersebut, Jans Victor selaku Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Kendari (GMKI Kendari), mengawali pembahasannya dengan memaparkan dinamika dan situasi mahasiswa Papua yang berada di wilayah Sultra.
Menurutnya, dalam beberapa agenda-agenda organisasi mahasiswa papua di Sultra Khususnya di ibu kota provinsi yakni Kendari, agenda yang bersifat peyampaian aspirasi, baik secara langsung, turun ke jalan, maupun melalui media Platform, Ia menilai, aparat kepolisian Sultra tidak betul-betul hadir secara serius untuk mendengar dan memberikan Pegamanan di tengah peyampaian aspirasi yang di sampaikan oleh kawan-kawan mahasiswa Papua.
Ia sering mendapat laporan serta melihat bahwa, aksi yang dilaksanakan oleh mahasiswa Papua sering kali mendapat intimidasi juga sering di benturkan dengan masyarakat dan ormas, padahal jelas tugas kepolisian adalah menjaga berjalannya aksi yang dilakukan setiap kelompok, organisasi dan masyarakat, tampa adanya diskriminasi apalagi intimidasi yang tentunya mengganggu stabilitas keamanan masyarakat.
Ia Berharap kedepannya, di bawah Kepemimpinan Kapolda Sultra yang baru dapat memberikan perhatian khusus dan keseriusan aparat kepolisian dalam proses-proses pendekatan untuk memberi ruang-ruang edukasi Kebangsaan kepada kawan-kawan mahasiswa papua yang ada di Sultra.
“Kita semua mengetahui bahwa dinamika yang terjadi di Papua saat ini sangat kompleks, banyak persoalan krusial yang membuat masyarakat Papua yang ada di luar Papua, salah satunya di wilayah Sultra harus menjadi sosok yang Kritis dan harus menyuarakan persoalan yang saat ini terjadi di wilayah mereka, bukan tidak mungkin gerakan kemerdekaan bergaung semakin lantang di Sultra karna pola penaganan kepada mahasiswa papua tidak betul-betul di sikapi dengan serius oleh aparat keamanan dalam hal ini Kepolisian,” Tegas Jans Victor.
Merespons baik peryataan dari Jans Victor, Kapolda Sultra Irjen. Pol. Himawan Bayu Aji, SH, SIK, MH, Ia menerangkan bahwa selama ini aparat Kepolisian Sultra tetap mangawal perjalanan mahasiswa Papua untuk hadir dan melakukan pendekatan persuasif kepada mahasiswa Papua demi keamanan dan keyamanan di tegah-tengah masyarakat Sultra.
“Polri tetap mengawal adik-adik Mahasiswa Papua agar tetap terjamin keamanannya. Apabila ada pergerakan-pergerakan yang bersifat menyampaikan aspirasi tentu kami membutukan seluruh pihak untuk bergandengan tangan menyatukan presepsi kebangsaan agar pengungkapan aspirasi tetap berjalan sesuai dengan amanat Undang-undang Negara Republik Indonesia,” Ujar Kapolda Sultra.
Merespon peryataan dari Kapolda Sultra, Jans Victor berharap di kepemimpinan baru Kapolda Sultra kedepannya dapat lebih Profesional, humanis dan adiktif dalam penaganan kepada Mahasiswa Papua yang ada di Sulawesi Tenggara.
“GMKI Kendari mendukung langkah-langkah presuasif dan humanis yang dilakukan Kepolisian Sultra untuk menyatakan kehadirannya dalam menjamin kebebasan mewujudkan aspirasi dengan aman, benar dan kondusif. semoga kedepanya Kepolisian menjadi mitra strategi untuk memberikan edukasi-edukasi intelektual demi meningkatkan kesadaran Hukum dengan nilai-nilai Nasionalisme Bangsa Indonesia,” Tutup Jans Victor.