Jakarta, 25 Juli 2026 – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Kerja Sama (BKS) Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI)–Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang berlangsung di Grha Oikumene, Jalan Salemba Raya Nomor 10, Jakarta Pusat, pada 24–25 Juli 2026, menghasilkan sejumlah agenda strategis sebagai arah penguatan pelayanan gereja, pengembangan kader, serta kontribusi nyata bagi kehidupan bangsa.
Forum nasional ini menjadi ruang evaluasi sekaligus konsolidasi bagi BKS PGI–GMKI dalam merespons tantangan gereja, dunia kemahasiswaan, dan dinamika kebangsaan yang semakin kompleks.
Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty, menegaskan bahwa Indonesia tengah menghadapi tantangan serius dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, demokrasi berpotensi bergeser menjadi elektoral orokrasi yang ditandai dengan menguatnya populisme serta fenomena post-truth di ruang publik.
"Indonesia menghadapi situasi dan tantangan yang sangat serius, dari demokrasi yang tergelincir ke elektoral orokrasi. Hal itu ditandai oleh populisme dan juga post-truth yang hadir di ruang-ruang publik," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa BKS PGI–GMKI memiliki mandat historis untuk mengambil peran strategis dalam menjawab tantangan tersebut melalui penguatan pelayanan mahasiswa, pengembangan Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) atau Student Center, penyediaan pendeta mahasiswa, hingga perluasan akses beasiswa.
"Gereja tidak terpanggil untuk membawa terang, karena gereja itu sendiri adalah terang. Terang yang membawa kebaikan, keadilan, dan kebenaran," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum GMKI, Prima Surbakti, mengungkapkan bahwa GMKI saat ini menghadapi tantangan besar, baik secara internal maupun eksternal, khususnya dalam proses rekrutmen dan kaderisasi.
Ia menyebutkan bahwa dari sekitar 150.000 mahasiswa di perguruan tinggi Kristen di Indonesia, baru sekitar 20.000 mahasiswa yang bergabung sebagai anggota GMKI.
"Jumlah tersebut masih sangat kecil. Bahkan, setelah bergabung, yang bertahan menjadi kader aktif dan mengikuti proses pembinaan juga belum banyak. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus segera dievaluasi," ujarnya.
Direktur Pendidikan Kristen Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Dr. Suwarno, S.PAK, menilai Rakernas BKS PGI–GMKI menjadi momentum penting untuk menyatukan visi serta memperkuat komitmen dalam menghadirkan program yang relevan bagi gereja, mahasiswa, masyarakat, bangsa, dan negara.
Menurutnya, setiap program yang dirumuskan harus mampu menjawab kebutuhan nyata dan memberikan dampak yang dirasakan oleh masyarakat luas.
Ketua Umum BKS PGI–GMKI, Firman Djaya Daeli, menegaskan bahwa arah kebijakan organisasi ke depan akan berfokus pada tiga prioritas utama, yakni penguatan ideologi dan nilai-nilai organisasi, percepatan penguatan kelembagaan, serta peningkatan kualitas kader sebagai fondasi keberlanjutan organisasi.
Rakernas ini dihadiri oleh pengurus BKS PGI–GMKI dari berbagai daerah di Indonesia, cabang persiapan, perwakilan PGIW/PGID/PGIS/SAG, BPC GMKI, serta sejumlah tokoh dan alumni GMKI. Hadir pula mantan Ketua Umum PP GMKI Natigor Siagian dan Marim Purba, mantan Direktur Jenderal Bimas Kristen Thomas Pentury, mantan Sekretaris Jenderal DPP GAMKI Nikson Ganz Lalu, Sekretaris Umum PGI Pdt. Dr. Darwin Darmawan, serta mantan Sekretaris Umum BKS PGI–GMKI Lisye Sumampouw.
Melalui Rakernas ini, BKS PGI–GMKI menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara gereja dan gerakan mahasiswa Kristen dalam melahirkan kader-kader yang berintegritas, memperkokoh kelembagaan, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan negara.