ASAHAN, 14 SEPTEMBER 2026 Puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sejumlah siswa dilaporkan harus mendapatkan penanganan medis di RSUD Kisaran. Kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi siswa, orang tua, pihak sekolah, maupun masyarakat.
Menyikapi kondisi tersebut, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Asahan menyampaikan keprihatinan sekaligus meminta pemerintah dan seluruh pihak terkait untuk segera melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kejadian tersebut.
GMKI Asahan Minta Distribusi Dapur MBG Dihentikan Sementara
Ketua Cabang GMKI Asahan Masa Bakti 2025 - 2027, Valentino Sihombing, meminta agar penyaluran makanan dari dapur MBG yang berkaitan dengan kejadian tersebut dihentikan sementara sampai proses pemeriksaan dan evaluasi selesai dilakukan.
Menurut Valentino, penghentian sementara merupakan langkah pencegahan yang diperlukan untuk memastikan keamanan makanan bagi para siswa serta memberikan ruang kepada pihak berwenang untuk melakukan pemeriksaan secara objektif.
“Kami meminta agar distribusi makanan dari dapur MBG yang terkait dengan kejadian ini dihentikan sementara sampai pemeriksaan selesai dan ada kepastian mengenai keamanan makanan. Ini merupakan langkah pencegahan untuk melindungi siswa, bukan bentuk penolakan terhadap program MBG,” ujar Valentino Sihombing.
GMKI Cabang Asahan menilai pemeriksaan tidak cukup hanya dilakukan terhadap kondisi siswa, tetapi juga perlu mencakup seluruh rangkaian proses penyediaan makanan.
Hal tersebut meliputi kualitas bahan baku, proses pengolahan, kebersihan dapur, penyimpanan makanan, pengemasan, hingga proses pengiriman dan distribusi makanan ke sekolah.
Minta Pemeriksaan Transparan
GMKI Cabang Asahan juga mendorong agar sampel makanan yang telah dikonsumsi para siswa diperiksa melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan. Hasil pemeriksaan tersebut penting untuk mengetahui penyebab sebenarnya dari gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
Valentino menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin membuat kesimpulan sepihak sebelum adanya hasil pemeriksaan.
“Kami tidak ingin mendahului hasil pemeriksaan ataupun menyimpulkan bahwa makanan MBG merupakan penyebab kejadian ini tanpa bukti yang jelas. Namun, ketika ada puluhan siswa yang mengalami gangguan kesehatan, pemerintah harus mengambil langkah cepat dan hati-hati untuk memastikan tidak ada risiko lanjutan,” tegasnya.
Ia juga meminta agar perkembangan kondisi para siswa menjadi perhatian utama dan informasi mengenai hasil pemeriksaan dapat disampaikan secara terbuka kepada orang tua serta masyarakat.
Program MBG Harus Menjamin Keamanan Siswa
GMKI Cabang Asahan menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak program Makan Bergizi Gratis. Sebaliknya, GMKI memandang program tersebut memiliki tujuan positif dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik.
Namun, tujuan tersebut harus diikuti dengan pengawasan ketat dan standar keamanan pangan yang memadai.
“Program MBG adalah program yang baik dan kami mendukung tujuan pemenuhan gizi bagi anak-anak. Tetapi program yang baik harus dijalankan dengan standar keamanan yang baik pula. Jangan sampai kelalaian dalam proses penyediaan makanan justru membahayakan kesehatan siswa,” kata Valentino.
Atas kejadian ini, GMKI Cabang Asahan menyampaikan beberapa tuntutan:
1. Menghentikan sementara distribusi makanan dari dapur MBG yang terkait dengan kejadian sampai pemeriksaan selesai.
2. Melakukan pemeriksaan terhadap makanan dan sampel yang telah dikonsumsi siswa.
3. Memastikan seluruh siswa yang mengalami gangguan kesehatan mendapatkan penanganan medis yang layak.
4. Melakukan evaluasi terhadap bahan baku, proses pengolahan, kebersihan, penyimpanan, pengemasan, dan distribusi makanan.
5. Memastikan hasil pemeriksaan disampaikan secara transparan kepada masyarakat.
6. Menindaklanjuti setiap temuan kelalaian sesuai ketentuan yang berlaku.
7. Memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan MBG agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
GMKI Cabang Asahan berharap seluruh pihak terkait dapat mengambil langkah cepat, transparan, dan bertanggung jawab. Keselamatan serta kesehatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan program yang menyangkut kebutuhan anak anak.