Badan Pengurus Cabang (BPC) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bengkulu masa bakti 2026–2028 resmi dilantik pada Jumat, 4 September 2026, bertempat di Gereja HKI Kota Bengkulu.
Rangkaian pelantikan diawali dengan ibadah yang mengangkat tema “Berubahlah! Temukanlah Kasih Allah dalam Peziarahan.” Tema tersebut menjadi refleksi sekaligus penegasan arah pelayanan GMKI Cabang Bengkulu dalam menjalankan tanggung jawab organisasi selama dua tahun ke depan.
Ketua BPC GMKI Cabang Bengkulu masa bakti 2026–2028, Ferdy C. Rajagukguk, dalam sambutannya menegaskan bahwa perubahan GMKI harus dimulai dari pembaruan internal organisasi, khususnya melalui penguatan sistem dan proses pengkaderan.
Menurutnya, pengkaderan tidak boleh hanya dipahami sebagai agenda rutin organisasi, tetapi harus menjadi instrumen utama untuk membentuk kader yang memiliki profil spiritualitas, integritas, dan profesionalitas.
“Pembaruan internal harus dimulai dari penguatan pengkaderan. GMKI harus mampu melahirkan kader yang memiliki spiritualitas, integritas, dan profesionalitas sehingga mampu menjawab kebutuhan zaman dan persoalan di medan pelayanan,” ujar Ferdy.
Di sisi eksternal, GMKI Cabang Bengkulu juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran organisasi dalam tiga medan pelayanan GMKI, yakni gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Ferdy menyampaikan bahwa GMKI Cabang Bengkulu akan terus membangun kerja sama dengan berbagai pihak sekaligus mengambil posisi sebagai mitra kritis dan strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
“GMKI Cabang Bengkulu siap menjadi mitra kritis dan strategis pemerintah. Kritik bukan berarti menjadi oposisi, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab moral untuk memastikan pembangunan berjalan dengan baik dan memberikan dampak bagi masyarakat,” tegasnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Mif Tarul Ilmi M., S.Sos., M.Si., selaku Kepala Kesbangpol Provinsi Bengkulu, serta Drs. Alex Periansyah, M.M., selaku Asisten I Pemerintah Kota Bengkulu.
Dalam sambutannya, perwakilan pemerintah menyambut baik kehadiran dan peran GMKI di Bengkulu. Pemerintah juga meminta GMKI untuk tetap memberikan kritik, masukan, dan saran terhadap berbagai proses pembangunan yang berlangsung di Bengkulu.
Hal tersebut sekaligus menunjukkan adanya ruang keterbukaan pemerintah dalam menerima kritik dan saran dari organisasi kemahasiswaan sebagai bagian dari proses membangun Bengkulu yang lebih baik.
Sementara itu, Ketua Umum PP GMKI, Prima Surbakti, menegaskan pentingnya GMKI Cabang Bengkulu memperkuat konsolidasi dan pembenahan internal organisasi sebagai fondasi untuk memperbesar dampak pelayanan di ruang eksternal.
Menurut Prima, organisasi yang ingin menghadirkan perubahan tidak cukup hanya memiliki keberanian untuk bersuara, tetapi juga harus memiliki basis organisasi yang kuat, kader yang terdidik, serta konsolidasi yang berjalan dengan baik.
“GMKI Cabang Bengkulu harus memperkuat konsolidasi dan penguatan internal. Organisasi yang kuat secara internal akan mampu menghadirkan dampak yang lebih besar di medan pelayanan,” ujar Prima.
Selain penguatan internal, Prima juga mendorong GMKI Cabang Bengkulu untuk terus menyuarakan suara kenabian di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Suara kenabian tersebut harus diwujudkan melalui keberanian menyampaikan kebenaran, keberpihakan kepada mereka yang membutuhkan, serta kerja nyata yang memberikan dampak bagi medan pelayanan GMKI, khususnya di Bengkulu.
Dengan demikian, konsolidasi internal dan suara kenabian tidak ditempatkan sebagai dua hal yang terpisah. Penguatan organisasi, kaderisasi, dan konsolidasi menjadi fondasi agar GMKI mampu menjalankan panggilannya secara lebih efektif di tengah gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru, GMKI Cabang Bengkulu di bawah kepemimpinan Ferdy C. Rajagukguk sebagai Ketua dan Desnora C. Nababan sebagai Sekretaris menyatakan kesiapan untuk membawa arak-arakan organisasi menuju pembaruan.
Pembaruan tersebut diarahkan pada dua hal utama: berubah secara internal dan berdampak secara eksternal. Penguatan organisasi dan pengkaderan menjadi fondasi untuk melahirkan kader-kader yang matang secara spiritual, berintegritas, dan profesional. Sementara itu, keberadaan GMKI di gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat diarahkan agar semakin relevan serta memberikan kontribusi nyata.
Pelantikan BPC GMKI Cabang Bengkulu masa bakti 2026–2028 dengan demikian tidak hanya menjadi momentum pergantian kepengurusan, tetapi menjadi titik awal perjalanan baru organisasi untuk memperkuat konsolidasi, membarui diri, menyuarakan suara kenabian, dan menghadirkan dampak nyata bagi Bengkulu.